Kamis, 09 Oktober 2014

TULISAN - MENUMBUH KEMBANGKAN PARTISIPASI MASYARAKT TERHADAP KOPERASI



EKONOMI KOPERASI

MENUMBUH KEMBANGKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KOPERASI






DISUSUN OLEH :

AJENG PERTIWI
10213514
2EA21











                       


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur alhamdulillah yang sedalam-dalamnya senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya serta kemudahan yang diberikan sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan makalah Ekonomi Koperasi mengenai “Bagaimana menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat terhadap koperasi”.
Penyusunan makalah ini disusun secara urut dan teratur, guna memenuhi nilai mata kuliah Ekonomi Koperasi. Tujuan lain dari penyusunan makalah ini yaitu agar dapat membantu mahasiswa dan mahasiswi dalam memahami mata kuliah Ekonomi Koperasi. 
Makalah ini dapat terselesaikan dengan adanya bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya selama proses penyusunan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran penulis harapkan demi membangun peningkatan penyusunan makalah ini dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.





















Bekasi, 9 Oktober 2014



Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................................   i
KATA PENGANTAR........................................................................................................   ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................   iii
BAB I : PENDAHULUAN................................................................................................   1
A.    Latar Belakang........................................................................................................   1
B.     Rumusan Masalah....................................................................................................   1
C.     Tujuan Penulisan......................................................................................................   1
BAB II : PEMBAHASAN.................................................................................................   2
A.    Arti Pentingnya Partisipasi Dalam Koperasi...........................................................   2
B.     Faktor Penghambat Perkembangan Koperasi..........................................................   2
C.     Cara Menumbuh Kembangkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Koperasi............   3
BAB III : PENUTUP..........................................................................................................   5
A.    Kesimpulan..............................................................................................................   5
B.     Saran........................................................................................................................   5
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................   6




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan.

Anggota merupakan salah satu pihak yang menentukan keberhasilan sebuah koperasi, karena berapapun besarnya biaya pembinaan yang dikeluarkan oleh pemerintah, tidak akan membuat sebuah koperasi berkembang tanpa adanya partisipasi aktif dari para anggotanya. Kedudukan anggota dalam koperasi sangat penting, bagi koperasi yang menentukan maju dan mundurnya koperasi adalah anggota. Jadi sangat penting sekali koperasi mengetahui bagaimana cara menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat, untuk kemajuan koperasi itu sendiri.

B.     Saran.

Kita telah mengetahui arti pentingnya koperasi, faktor penghambat koperasi dan cara menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat. Maka penulis memberikan saran yang mungkin bisa bermanfaat dan dapat membantu memperbaiki koperasi di Indonesia, yaitu :
1.      Pengenalan koperasi sebaiknya diperkenalkan kepada masyarakat sejak dini, agar masyarakat mengerti dan memahami  apa sebenarnya koperasi dan apa manfaat dari koperasi.
2.      MeningkatkanSDM dengan kualitas yang bagus baik dari segi pengetahuan, kemampuan dan moral para anggotanya.
3.      Merekrut Anggota yang Berkompeten yang berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi. Contohnya dengan mencari pemimpin yang dapat memimpin dengan baik, kemudian pengelolaan dipegang oleh orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Serta perlu dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman.
4.      Meningkatkan Peran Pemerintah yaitu memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi. Memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan, serta pengembangan jaringan usaha dan kerja sama.
Apabila semua kegiatan koperasi bisa dijalankan dengan baik dan setiap anggota mau mengambil bagian di dalam kegiatan koperasi serta perhatian pemerintah dapat memberikan motifasi yang baik, koperasi pasti dapat berjalan dengan lancar.
 

Kamis, 19 Juni 2014

PERBEDAAN GERUND DAN INFINITIVES



GERUND
Gerund merupakan sebuah bentuk –ing pada sebuah verb yang ‘dibendakan’ (digunakan sebagai benda). Gerund ini penggunaannya seperti benda (noun). Fungsinya adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai subjek. Eg : Writing is very much good.
  2. Sebagai objek yang mengikuti kata kerja. Eg: I like writing very much
  3. Sebagai objek yang mengikuti kata depan. Eg : I’m interested in writing.
  4. Mengikuti kata go untuk verb-verb tertentu. Eg : Chris went swimming the day before yesterday.
  5. Mengikuti expressions. Eg : She is lying on the bed watching TV.
  6. Mengikuti prepositional object, seperti : to be used to, to be accustomed to, object to, look forward to, to take to, confess to. Eg : I object to doing that, Emile confess to stealing that cheese.
  7. Membentuk noun phrase (frasa berupa kata benda). Eg : reading book.
INFINITIVES
Infinitives adalah bentuk “to” yang ditambahkan pada kata kerja.
Fungsinya adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai subjek. Eg : To sing is hard for a person like me.
  2. Menerangkan tujuan. Eg : Simon comes here just to see you.
  3. Untuk kalimat passive. Eg : I  was told to be mature.
  4. Setelah objek pelaku.  Eg : Brian asked me to listen to him closely.
PERBEDAAN GERUND DAN INFINITIVE
Mengikuti verb tertentu “yang berbeda”
  • Verbs yang diikuti gerund: avoid, admit, appreciate, anticipate, continue, deny, detest, delay, enjoy, excuse, finish, forgive, fancy, keep, mind, postpone, prevent, risk, resist.
  • Sedangkan, verb yang diikuti infinitive : ask, allow, advice, beg, decide, expect, hope, intend, invite, instruct, learn, mean, need, purpose, promise, permit, want, warn,  would like, tell, teach, urge.
Dalam hal Prepositional Object: (To be) used to
  • Bila dalam infinitive, misalnya : I used to cry every night. Maka itu kebiasaan lama, si “I” sudah tidak menangis tiap malam lagi.
  • Sedangkan dalam gerund, misalnya : I’m used to crying every night. Maka itu kebiasaan sampai sekarang, si “I” sampai sekarang masih suka menangis tiap malam.
Perhatikan bahwa untuk gerund kita pakai to be, sedangkan untuk infinitive tidak.
Perbedaan Makna
Ada kata kerja yang bisa diikuti ing (gerund) atau diawali to (infinitive) yang tidak berbeda makna (jadi bisa bebas kita gunakan). Yaitu : advise, begin, continue, dislike, hate, intend, like, love, prefer, propose, start.
Namun ada kata yang bila digunakan dalam bentuk gerund akan berbeda makna dengan yang dalam bentuk infinitive, yaitu forget, remember, stop, regret. Contoh :
  • I forget cooking a bowl soup for you (si “I” lupa kalau dia sudah memasak sup untuk “you”)
  • I forget to cook a bowl soup for you (si “I” lupa, dan belum memasak sup untuk “you”)
  • The chef stops cooking (si “chef” berhenti masak)
  • The chef stops to cook (si “chef” berhenti untuk memasak)